Senin, 10 September 2012
Pilih Cut Loss atau MC?
Mungkin pertnyaan aneh.....ya
atau pertanyaannya yang salah...........
Tapi kenyataan setiap trader memang sekali waktu juga akan menemukan kondisi yang harus memilih.
Banyak trader yang akhirnya memilih MC dengan penyesalan atau juga pilih cut loss dengan penyesalan........
Loh..............
Bagaimanapun cut loss adalah pilihan yang terbaik dibanding dengan balance 0 , bagi mereka yang sudah lama menekuni trading forex tentu pasti pernah mengalami kondisi ini. Kadang ketika menghadapi kondisi floting negatif yang cukup besar tentu ada kegalauan............, mau cut loss atau mau menunggu dengan harapan harga akan kembali.
Harga akan kembali inilah harapan yang sering membuat trader terlena..................
Haaaa
Kembalilah harga ...........
Tidak ada yang akan tahu kemana harga akan bergerak , ...
pergerakan harga tidak selalu sesuai dengan keinginan kita ...........
harapan tinggal harapan............
Terus apa keputusanya ??
cut loss atau nunggu harga kembali...............?
Sampai kapan ?
Nunggu sampai balance 0
Pilihan yang mudah tapi susah .........
Terus ...............
Keputusan ditangan anda!!
Kalau saya sih cut loss dengan penyesalan dari pada MC dengan penyesalan....
setidaknya masih bisa bersyukur tidak ketemu sama Miss Cuantik..
Salam sukses semuanya
Jumat, 31 Agustus 2012
Belajar Membuat EA Sederhana 11
Akhirnya kita sampai pada part 10 dan pastikan anda telah membaca part10
Setelah kita belajar di part sebelumnya bahwa kita sudah mengulas sedikit tentang Indikator yang paling populer yaitu candelistik, sekarang kita akan bahas tentang Custom Indikator2 standart Mt4.
Dalam pembuatan Ea secara umum banyak menggunakan indikator sebagai petimbangan dalam membuat trigernya (pemicu ordernya), ada banyak indikator yang teredia di Mt4 , contohnya
MA (Moving Averge), MACD, Stochatik, RSI dll.
Bagamana cara membuat custom indikatornya?
Nah untuk membuat custom nya biaanya dibuat variabel duhulu (meskipun ini tidak wajib).
Karena variabel datanya biaaya berkoma maka menggunkan double.
Secara umum indikator mt4 custom indikatornya biasanya nama indikator di tambahkan huruf i didepan nama indikatornya,
Contohnya adalah MA (Moving Average)
kita buat variabel MA, double MA (saya membuat nama MA).
MA ini custom indinya iMA
Coba perhatikan gambar beikut:
Ketika kita menuliskan iMa( maka Mt4 secara otomatis memberikan arahan tentang indikator ini, ada beberapa parameter yang harus dibuat sesuai urutannya.
sepeti gambar diatas maka iMa(string symbul, int timeframe, int ma_pereod, int ma_shift, int ma_methot, int applied_price, int shit);
kita lihat parameter Ma berikut:
string symbul (penjelaannya sama sepeti candelitsik) bisa ditulis Symbul(), bisa juga NUL.
int timeframe (penjelaannya sama sepeti candelitsik).
int ma_pereod ini merupakan data integer (tidak berkoma) sering disebut pereodenya, besarannya bisa ditulis langsung atau dibuat deklasi supaya bisa dirubah angkanya dengan mudah , contoh:
int ma_shift , int ma_methot , int applied_price (bisa di isi langsung atau di buat deklarasi,)
int shit ini merupakan kedudukan Ma seperti halnya candelitik kalau diisi 0 artinya pada kedudukan yaitu nilai Ma pada candel sedang berjalan, bila diisi 1 artinya nilai Ma pada saat 1 candel sebelum sekarang dst , (bisa di isi langsung atau di buat deklarasi,)
Contoh custom indi Ma sbb:
double MA =iMA(NULL,0,Pereode_Ma,0,MODE_SMA,PRICE_CLOSE ,1);
atau
double MA =iMA(Symbol(),0,Pereode_Ma,0,MODE_SMA,PRICE_CLOSE ,1);
nah contoh diatas untuk pereodenya di buat deklarasi dulu
Terus gimana terapanya dalam triger ?
Banyak sekali cara membuat triger menggunakan indikator Ma ini , contohnya
1. bila harga diatas Ma maka buy dan sebaliknya bila dibawah Ma maka sell
if(Ask > MA) { order buy }
2.Bila pembukaan 1 candel sebelum sekarang dibawah Ma dan penutupan di atas Ma maka buy
if(Open[1] > MA && Close[1]> MA) { order buy }
Setelah kita belajar di part sebelumnya bahwa kita sudah mengulas sedikit tentang Indikator yang paling populer yaitu candelistik, sekarang kita akan bahas tentang Custom Indikator2 standart Mt4.
Dalam pembuatan Ea secara umum banyak menggunakan indikator sebagai petimbangan dalam membuat trigernya (pemicu ordernya), ada banyak indikator yang teredia di Mt4 , contohnya
MA (Moving Averge), MACD, Stochatik, RSI dll.
Bagamana cara membuat custom indikatornya?
Nah untuk membuat custom nya biaanya dibuat variabel duhulu (meskipun ini tidak wajib).
Karena variabel datanya biaaya berkoma maka menggunkan double.
Secara umum indikator mt4 custom indikatornya biasanya nama indikator di tambahkan huruf i didepan nama indikatornya,
Contohnya adalah MA (Moving Average)
kita buat variabel MA, double MA (saya membuat nama MA).
MA ini custom indinya iMA
Coba perhatikan gambar beikut:
Ketika kita menuliskan iMa( maka Mt4 secara otomatis memberikan arahan tentang indikator ini, ada beberapa parameter yang harus dibuat sesuai urutannya.
sepeti gambar diatas maka iMa(string symbul, int timeframe, int ma_pereod, int ma_shift, int ma_methot, int applied_price, int shit);
kita lihat parameter Ma berikut:
string symbul (penjelaannya sama sepeti candelitsik) bisa ditulis Symbul(), bisa juga NUL.
int timeframe (penjelaannya sama sepeti candelitsik).
int ma_pereod ini merupakan data integer (tidak berkoma) sering disebut pereodenya, besarannya bisa ditulis langsung atau dibuat deklasi supaya bisa dirubah angkanya dengan mudah , contoh:
extern int Pereode_Ma.
int ma_shift , int ma_methot , int applied_price (bisa di isi langsung atau di buat deklarasi,)
int shit ini merupakan kedudukan Ma seperti halnya candelitik kalau diisi 0 artinya pada kedudukan yaitu nilai Ma pada candel sedang berjalan, bila diisi 1 artinya nilai Ma pada saat 1 candel sebelum sekarang dst , (bisa di isi langsung atau di buat deklarasi,)
Contoh custom indi Ma sbb:
double MA =iMA(NULL,0,Pereode_Ma,0,MODE_SMA,PRICE_CLOSE ,1);
atau
double MA =iMA(Symbol(),0,Pereode_Ma,0,MODE_SMA,PRICE_CLOSE ,1);
nah contoh diatas untuk pereodenya di buat deklarasi dulu
extern int Pereode_Ma.=20;
Terus gimana terapanya dalam triger ?
Banyak sekali cara membuat triger menggunakan indikator Ma ini , contohnya
1. bila harga diatas Ma maka buy dan sebaliknya bila dibawah Ma maka sell
if(Ask > MA) { order buy }
if(Bid < MA) { order sell }
2.Bila pembukaan 1 candel sebelum sekarang dibawah Ma dan penutupan di atas Ma maka buy
if(Open[1] > MA && Close[1]> MA) { order buy }
Oke sementara sampai disini dulu , kita lanjutan nanti ya
Belajar Membuat EA sederhana part 1 Belajar Membuat EA sederhana part 2 Belajar Membuat EA sederhana part 3 Belajar Membuat EA sederhana part 4 Belajar Membuat EA sederhana part 5 Belajar Membuat EA sederhana part 6 Belajar Membuat EA sederhana part 7 Belajar Membuat EA sederhana part 8 Belajar Membuat EA sederhana part 9 Belajar Membuat EA sederhana part 10 Belajar Membuat EA sederhana part 11 Belajar Membuat EA sederhana part 12 Belajar Membuat EA sederhana part 13 Belajar Membuat EA sederhana part 14 Belajar Membuat EA sederhana part 15 Belajar Membuat EA sederhana part 16 Belajar Membuat EA sederhana part 17 Belajar Membuat EA sederhana part 18 Belajar Membuat EA sederhana part 19 Belajar Membuat EA sederhana part 20 Belajar Membuat EA sederhana part 21 Belajar Membuat EA sederhana part 22
Pastikan Membaca:
Sabtu, 25 Agustus 2012
Belajar Membuat EA Sederhana 10
Akhirnya kita sampai pada part 10 dan pastikan anda telah membaca part 9
Setelah kita belajar di part sebelumnya bahwa EA sudah bisa order buy dan sell dengan jam yang bisa disesuaikan serta order hanya terbatas masing2 1 order pertype.
Jadi dasar Order EA sebelumnya (triger) adalah jumlah order buy=0 atau jumlah sell = 0.
Nah dasar order EA inilah yang perlu dikembangkan berdasarkan keinginan.
Untuk menambah wawaan tetntang triger ini saya akan membasar tentang Indikator
Indikator yang paling sederhan di dalam Mt4 adalah Candelistik
Coba perhatikan image berikut:
1. Harga tertinggi disebut dengan High
Untuk mengetahui harga high ini dengan cara custum sbb
iHigh(string Symbul ,int time frime , int shit)
string symbul untuk pair yang di attack digunakan Symbul()
untuk pair langsung bisa ditulikan contoh "GBPUSD" atau "EURUSD"
int timefreme bisa ditentukan , coba perhatikan
nah tinggal dipilih aja yang mau digunakan, tapi kalau mau membaca candel pada EA di attack maka bisa diisi dngan angka 0
int shif ini untuk menentukan kondisi candel ,
contoh :
bila 0 artinya candel saat berlangsung,
bila 1 artinya 1 candel sebelum sekarang
2 artinya 2 candel sebelum sekarang
Karena harga High ini merupakan bilangan berkoma maka termasuk tipe data double, sehingga untuk menentukan membuat variabel high ini sbb
contoh
doubel tinggi = iHigh(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
artinya Harga tertinggi pada 1 candel sebelum sekarang (sebelumnya) dan pata time frime H1 dan saya namakan dengan nama variabel tinggi
Time frime ini juga bisa ditulis dalam nilai (value) dalam menit ,contoh kalau PERIOD_H1 bisa diganti dengan 60 , PERIOD_H4 bisa diganti dengan 240 , PERIOD_D1 bisa diganti dengan 1440 dsb.
Tetapi bila di tulis 0 bukan berarti 0 menit tetapi timefrimenya mengikuti chart dimana EA di attack.
contoh:
doubel tinggi = iHigh(Symbol(),0, 1);
Maka nilai tinggi candel dimana EA akan di attack , bila di attack di time frime(TF) 30 maka akan memabaca titik tinggi 1 candel sebelumnyam demikian juga kalau di attack di TF H4 juga candel di H4 yang akan di bacanya.
Ada tambahan
doubel tinggi = iHigh(Symbol(),0, 1);
kadang juga ditulis
doubel tinggi = High[1];
Jadi kalau High[2] artinya titik tertinggi pada 2 candel sebelumnya pada TF dimana EA di attack
2, Harga pembukaan disebut Open
Sama halnya dengan High, dalam penulisan ketentuannya sama
doubel buka = iOpen(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
Penjelasanya sama dengan High
3. Harga Penutupan disebut Close
doubel tutup = iClose(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
Penjelasanya sama dengan High
4. Harga terbawah disebut dengan Low
doubel bawah = iLow(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
Penjelasanya sama dengan High
Daei penjelasan di atas mungkin sedikit bisa di pahami
Contoh dalam terapan sebuah EA yang biasanya digunakan sebagai triger
artinya bila harga penutupan candel 2 sebelumnya lebih kecil dengan penutupan candel 1sebelumnya maka order buy
Bisa juga dibuat variabel
Nah dari gambaran diatas ini maka bisa silahkan dicoba di masukan ke dalam EA yang sudah dibuat di part sebelumnya
Oke silahkan dicoba dulu deh
Salam profit
Pastikan Membaca:
Belajar Membuat EA sederhana part 1 Belajar Membuat EA sederhana part 2 Belajar Membuat EA sederhana part 3 Belajar Membuat EA sederhana part 4 Belajar Membuat EA sederhana part 5 Belajar Membuat EA sederhana part 6 Belajar Membuat EA sederhana part 7 Belajar Membuat EA sederhana part 8 Belajar Membuat EA sederhana part 9 Belajar Membuat EA sederhana part 10 Belajar Membuat EA sederhana part 11 Belajar Membuat EA sederhana part 12 Belajar Membuat EA sederhana part 13 Belajar Membuat EA sederhana part 14 Belajar Membuat EA sederhana part 15 Belajar Membuat EA sederhana part 16 Belajar Membuat EA sederhana part 17 Belajar Membuat EA sederhana part 18 Belajar Membuat EA sederhana part 19 Belajar Membuat EA sederhana part 20 Belajar Membuat EA sederhana part 21 Belajar Membuat EA sederhana part 22
Setelah kita belajar di part sebelumnya bahwa EA sudah bisa order buy dan sell dengan jam yang bisa disesuaikan serta order hanya terbatas masing2 1 order pertype.
Jadi dasar Order EA sebelumnya (triger) adalah jumlah order buy=0 atau jumlah sell = 0.
Nah dasar order EA inilah yang perlu dikembangkan berdasarkan keinginan.
Untuk menambah wawaan tetntang triger ini saya akan membasar tentang Indikator
Indikator yang paling sederhan di dalam Mt4 adalah Candelistik
Coba perhatikan image berikut:
1. Harga tertinggi disebut dengan High
Untuk mengetahui harga high ini dengan cara custum sbb
iHigh(string Symbul ,int time frime , int shit)
string symbul untuk pair yang di attack digunakan Symbul()
untuk pair langsung bisa ditulikan contoh "GBPUSD" atau "EURUSD"
int timefreme bisa ditentukan , coba perhatikan
nah tinggal dipilih aja yang mau digunakan, tapi kalau mau membaca candel pada EA di attack maka bisa diisi dngan angka 0
int shif ini untuk menentukan kondisi candel ,
contoh :
bila 0 artinya candel saat berlangsung,
bila 1 artinya 1 candel sebelum sekarang
2 artinya 2 candel sebelum sekarang
Karena harga High ini merupakan bilangan berkoma maka termasuk tipe data double, sehingga untuk menentukan membuat variabel high ini sbb
contoh
doubel tinggi = iHigh(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
artinya Harga tertinggi pada 1 candel sebelum sekarang (sebelumnya) dan pata time frime H1 dan saya namakan dengan nama variabel tinggi
Time frime ini juga bisa ditulis dalam nilai (value) dalam menit ,contoh kalau PERIOD_H1 bisa diganti dengan 60 , PERIOD_H4 bisa diganti dengan 240 , PERIOD_D1 bisa diganti dengan 1440 dsb.
Tetapi bila di tulis 0 bukan berarti 0 menit tetapi timefrimenya mengikuti chart dimana EA di attack.
contoh:
doubel tinggi = iHigh(Symbol(),0, 1);
Maka nilai tinggi candel dimana EA akan di attack , bila di attack di time frime(TF) 30 maka akan memabaca titik tinggi 1 candel sebelumnyam demikian juga kalau di attack di TF H4 juga candel di H4 yang akan di bacanya.
Ada tambahan
doubel tinggi = iHigh(Symbol(),0, 1);
kadang juga ditulis
doubel tinggi = High[1];
Jadi kalau High[2] artinya titik tertinggi pada 2 candel sebelumnya pada TF dimana EA di attack
2, Harga pembukaan disebut Open
Sama halnya dengan High, dalam penulisan ketentuannya sama
doubel buka = iOpen(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
Penjelasanya sama dengan High
3. Harga Penutupan disebut Close
doubel tutup = iClose(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
Penjelasanya sama dengan High
4. Harga terbawah disebut dengan Low
doubel bawah = iLow(Symbol(),PERIOD_H1, 1);
Penjelasanya sama dengan High
Daei penjelasan di atas mungkin sedikit bisa di pahami
Contoh dalam terapan sebuah EA yang biasanya digunakan sebagai triger
if(Close[2] < Close[1]) { -----order buy ----- }
atauif(iClose(Symbol(),0, 2) < iClose(Symbol(),0, 1)) { -----order buy -----}
artinya bila harga penutupan candel 2 sebelumnya lebih kecil dengan penutupan candel 1sebelumnya maka order buy
Bisa juga dibuat variabel
double tutup_1 = iClose(Symbol(),0, 1);
double tutup_2 = iClose(Symbol(),0, 2);
if( tutup_2< tutup_1){-----order buy -----}
Nah dari gambaran diatas ini maka bisa silahkan dicoba di masukan ke dalam EA yang sudah dibuat di part sebelumnya
Oke silahkan dicoba dulu deh
Salam profit
Pastikan Membaca:
Kamis, 23 Agustus 2012
Belajar Membuat EA Sederhana 9
Di part 8 kita sudah banyak membahas tentang filter penggunaan EA di broker 5 digits
Kali ini kita akan membahas tentang flter lots.
Kegunaannya ini untuk mencegah terjadinya error yang di sebabkan oleh parameter lots yang tidak sesuai
Di pembahasan sebelumnya kita sudah banyak membahas juga tentang penggunaan scrip secara langsung dan juga bisa menggunakn fungsi. Jada pada dasar setiap trader dalam menuangkan kode program itu punya gaya sendiri , dan tidak mesti sama setiap orang .
Nah untuk menambahkan filter lots ini saya akan berbagi script dalam bentuk fungsi yang selama ini saya gunakan, sbb:
Penggunaannya bagaimana?
Pada EA yang telah kita buat di part sebelumnya kita ambil bagian yang ada hubungannya dengan pengaturaun lots yaitu Lots dan kita tambahkan menjadi NR(Lots)
Sehingga sebelumnya
Dari penamahan script diatas maka bila terjadi kekeliruan pengisian parameter lots maka EA tetap akan melakukan eksekuri order dan tidak error.
Bila pengisian lotsnya salah dan terlalu kecil maka EA tetap melakukan order dengan menggunakan lots terkecil yang di ijin ka oleh broker, dan juga bila di gunakan pada penggunaan lots yang salah tetap akan order sesuai kektentuan broker , dengan tambahan filter ini maka akan terhindar dari error yang disebabkan oleh kesaalan penggunaan lots
Kita masukkan ke dalam EA sebelumnya jadinya
Kali ini kita akan membahas tentang flter lots.
Kegunaannya ini untuk mencegah terjadinya error yang di sebabkan oleh parameter lots yang tidak sesuai
Di pembahasan sebelumnya kita sudah banyak membahas juga tentang penggunaan scrip secara langsung dan juga bisa menggunakn fungsi. Jada pada dasar setiap trader dalam menuangkan kode program itu punya gaya sendiri , dan tidak mesti sama setiap orang .
Nah untuk menambahkan filter lots ini saya akan berbagi script dalam bentuk fungsi yang selama ini saya gunakan, sbb:
double NR(double thelot)
{
double maxlots = MarketInfo(Symbol(), MODE_MAXLOT),
minilot = MarketInfo(Symbol(), MODE_MINLOT),
lstep = MarketInfo(Symbol(), MODE_LOTSTEP);
double lots = lstep * NormalizeDouble(thelot / lstep, 0);
lots = MathMax(MathMin(maxlots, lots), minilot);
return (lots);
}Penggunaannya bagaimana?
Pada EA yang telah kita buat di part sebelumnya kita ambil bagian yang ada hubungannya dengan pengaturaun lots yaitu Lots dan kita tambahkan menjadi NR(Lots)
Sehingga sebelumnya
if(Jam_trade()==1){
if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy) {OrderSend(Symbol(),OP_BUY,Lots,Ask,3,Ask-SL*Point, Ask+TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Blue);}
if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell) {OrderSend(Symbol(),OP_SELL,Lots,Bid,3,Bid+SL*Point, Bid-TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Red);}
}
Menjadi:if(Jam_trade()==1){
if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy) {OrderSend(Symbol(),OP_BUY,NR(Lots),Ask,3,Ask-SL*Point, Ask+TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Blue);}
if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell) {OrderSend(Symbol(),OP_SELL,NR(Lots),Bid,3,Bid+SL*Point, Bid-TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Red);}
}
Dari penamahan script diatas maka bila terjadi kekeliruan pengisian parameter lots maka EA tetap akan melakukan eksekuri order dan tidak error.
Bila pengisian lotsnya salah dan terlalu kecil maka EA tetap melakukan order dengan menggunakan lots terkecil yang di ijin ka oleh broker, dan juga bila di gunakan pada penggunaan lots yang salah tetap akan order sesuai kektentuan broker , dengan tambahan filter ini maka akan terhindar dari error yang disebabkan oleh kesaalan penggunaan lots
Kita masukkan ke dalam EA sebelumnya jadinya
Rabu, 22 Agustus 2012
Belajar Membuat EA Sederhana 8
Pada kesempatan sebelumnya di part 7 talah banyak kita bahas parameter EA sederhana dimana EA yang sudah jadi telah bisa melakukan order buy dan sell (hedge) secara terus menerus ketika type order 0 dan dengan penambahan filter jam trading.
Kelemahan pada EA yang telah kita buat sebelum adalah belum suport untuk broker 5 digits .
Untuk itu kali saya akan tambahkan filter broker 5 digits
Perbedaan antara broker 4 digits dan 5 digits terletak pada Points
Ada banyak cara untuk membuat EA agar dapat digunakan di broker 5 digits tapi saya akan beri 2 cara sederhana, al:
1. membuat skrip langsung
kita buat deklarasi dulu , mengingat nilai point merupakan bilangan berkoma maka termasuk type data double,
double pt=0; // ini di letakkan di dklarasi.
kita buat skrip sbb:
Maksudnya adalah bila digits=3 atau digits=5 maka pt = 10 x point else (artinya bila tidak) maka pt =point
disisipkan di bawah int init()
jadinya
int init() ini menyimpan data saat EA di attack , sebenarkan tidak mesti harus ditempatkan di dalam init() bisa juga ditempatkan di dalam int start().
Terus apa bedanya bila di tempatkan di init() dan di start()?
Bila di tempatkan di dalam init() maka nilai pt (pont) akan di baca baik di dalam int start() maupun diluar tetapi kalau di tempat kan di int start() maka diluar int start() tidak terbaca.
terus gimana cara merubahnya?
kita lihat bagian EA sebelumnya yang terkait dengan point
Mengingat point adalah type data bilangan berkoma maka kita mulai dengan double
karena ini fungsi maka di tempatkan di luar int start(), dan untuk penerapannya tinggal poin diganti dangan dpt()
Sehinnga jadinya EAnya sbb
Kelemahan pada EA yang telah kita buat sebelum adalah belum suport untuk broker 5 digits .
Untuk itu kali saya akan tambahkan filter broker 5 digits
Perbedaan antara broker 4 digits dan 5 digits terletak pada Points
Ada banyak cara untuk membuat EA agar dapat digunakan di broker 5 digits tapi saya akan beri 2 cara sederhana, al:
1. membuat skrip langsung
kita buat deklarasi dulu , mengingat nilai point merupakan bilangan berkoma maka termasuk type data double,
double pt=0; // ini di letakkan di dklarasi.
kita buat skrip sbb:
if(Digits==3 || Digits==5) pt=10*Point; else pt=Point;Maksudnya adalah bila digits=3 atau digits=5 maka pt = 10 x point else (artinya bila tidak) maka pt =point
disisipkan di bawah int init()
jadinya
int init()
{
//----
if(Digits==3 || Digits==5) pt=10*Point; else pt=Point;
//----
return(0);
}
Apa maksudnya di tempat kan disini ?int init() ini menyimpan data saat EA di attack , sebenarkan tidak mesti harus ditempatkan di dalam init() bisa juga ditempatkan di dalam int start().
Terus apa bedanya bila di tempatkan di init() dan di start()?
Bila di tempatkan di dalam init() maka nilai pt (pont) akan di baca baik di dalam int start() maupun diluar tetapi kalau di tempat kan di int start() maka diluar int start() tidak terbaca.
terus gimana cara merubahnya?
kita lihat bagian EA sebelumnya yang terkait dengan point
if(Jam_trade()==1){
if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy) {OrderSend(Symbol(),OP_BUY,Lots,Ask,3,Ask-SL*Point, Ask+TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Blue);}
if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell) {OrderSend(Symbol(),OP_SELL,Lots,Bid,3,Bid+SL*Point, Bid-TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Red);}
}
Ini yang ada point nya kita ganti dengan pt, jadinya <\:
if(Jam_trade()==1){
if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy) {OrderSend(Symbol(),OP_BUY,Lots,Ask,3,Ask-SL*pt, Ask+TP*pt,Nama_EA,Magic,0,Blue);}
if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell) {OrderSend(Symbol(),OP_SELL,Lots,Bid,3,Bid+SL*pt, Bid-TP*pt,Nama_EA,Magic,0,Red);}
}
Sehingga bila kita masukkan kedalam EA sbb
2. Dengan menggunakan fungsiMengingat point adalah type data bilangan berkoma maka kita mulai dengan double
double dpt(){ if(Digits==3 || Digits==5) pt=10*Point; else pt=Point; return(pt);}karena ini fungsi maka di tempatkan di luar int start(), dan untuk penerapannya tinggal poin diganti dangan dpt()
Sehinnga jadinya EAnya sbb
Selasa, 21 Agustus 2012
Belajar Membuat EA Sederhana 7
Pastikan anda telah mengikuti part 6 disini
Pada part 6 telah kita bikin EA yang bisa buy dan sell dengan tambahan paremeter pilihan untuk terus trading buy atau sell dengan menggunakan boolian sehingga bisa digunakan pilihan true ata false.
Kali kita akan bahas tentang menambahkan waktu trading
Waktu trading kali ini kita bahas menggunakan waktu trading broker (time broker) dengan menggunkan variabel Hour() untuk Jam dan Minute() untuk waktu menit
Cukup sederhana contoh
if(Hour()== 7 && Minute()==5)
Artinya Ketika (jam 7 lewat 5 menit ) kondisi apa yang diinginkan .......
kita coba terapkan dalam perintah EA kita
Pada penambahan di atas maka EA hanya akan Order buy dan sell ketika jam broker telah menunjukan jam 7 lewat 5 menit .
Nah bagamana supaya parameter waktu yang diinginkan bisa mudah di tampilkan dalam EA ?
Maka kita bisa membuat deklarasi waktu jam dan menit (waktu ini merupakan tipe data integer / tidak berkoma)
contoh
Mudahkan?
Ooooooo ternyata mudah tinggal silahkan di coba di copas ke dalam EAnya .................
Jadideh!
Terus bagamana seandainya kita mau menambahkan waktu trading dari jam tertentu sampai jam tertentu?
Nah untuk membuat batasan waktu ini saya akan bagikan sebuah skrip jadi yang biasa digunakan dalam bentuk fungsi
Sebelumnya kita buat deklarasi waktu mulai dan mengakhiri trading
Karena skrip tersebut dalam bentuk fungsi maka penempatannya diluar int start()
Sekilas dari skrip tersebut menggunakan bool dalam terapan waktu trading dan harus bernilai 1 .
Silahkan di simak dan di telaah fungsi terebut diatas!
untuk terapan penggunaanya dalam EA if(Jam_trade()==1){.....}
Kalau kita masukkan ke dalam EA 2 sbb:
Pada part 6 telah kita bikin EA yang bisa buy dan sell dengan tambahan paremeter pilihan untuk terus trading buy atau sell dengan menggunakan boolian sehingga bisa digunakan pilihan true ata false.
Kali kita akan bahas tentang menambahkan waktu trading
Waktu trading kali ini kita bahas menggunakan waktu trading broker (time broker) dengan menggunkan variabel Hour() untuk Jam dan Minute() untuk waktu menit
Cukup sederhana contoh
if(Hour()== 7 && Minute()==5)
Artinya Ketika (jam 7 lewat 5 menit ) kondisi apa yang diinginkan .......
kita coba terapkan dalam perintah EA kita
if(Hour()== 7 && Minute()==5){ if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy) {OrderSend(Symbol(),OP_BUY,Lots,Ask,3,Ask-SL*Point, Ask+TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Blue);} if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell) {OrderSend(Symbol(),OP_SELL,Lots,Bid,3,Bid+SL*Point, Bid-TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Red);}}Pada penambahan di atas maka EA hanya akan Order buy dan sell ketika jam broker telah menunjukan jam 7 lewat 5 menit .
Nah bagamana supaya parameter waktu yang diinginkan bisa mudah di tampilkan dalam EA ?
Maka kita bisa membuat deklarasi waktu jam dan menit (waktu ini merupakan tipe data integer / tidak berkoma)
contoh
extern int Jam_Order =7;
extern int Menite = 5;
sehingga kalau dimasukkan ke dalam EA sbb:if(Hour()== Jam_Order && Minute()==Menite){ if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy) {OrderSend(Symbol(),OP_BUY,Lots,Ask,3,Ask-SL*Point, Ask+TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Blue);} if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell) {OrderSend(Symbol(),OP_SELL,Lots,Bid,3,Bid+SL*Point, Bid-TP*Point,Nama_EA,Magic,0,Red);} }Mudahkan?
Ooooooo ternyata mudah tinggal silahkan di coba di copas ke dalam EAnya .................
Jadideh!
Terus bagamana seandainya kita mau menambahkan waktu trading dari jam tertentu sampai jam tertentu?
Nah untuk membuat batasan waktu ini saya akan bagikan sebuah skrip jadi yang biasa digunakan dalam bentuk fungsi
Sebelumnya kita buat deklarasi waktu mulai dan mengakhiri trading
extern int Mulai_Jam = 22;exter int Akhir_Jam = 4;kemudian fungsi waktunya sbb:int Jam_trade(){ bool trade = false; if(Mulai_Jam > Akhir_Jam){ if (Hour() >= Mulai_Jam || Hour() < Akhir_Jam) trade = true; } else if (Hour() >= Mulai_Jam && Hour() < Akhir_Jam) trade = true; return (trade);}Karena skrip tersebut dalam bentuk fungsi maka penempatannya diluar int start()
Sekilas dari skrip tersebut menggunakan bool dalam terapan waktu trading dan harus bernilai 1 .
Silahkan di simak dan di telaah fungsi terebut diatas!
untuk terapan penggunaanya dalam EA if(Jam_trade()==1){.....}
Belajar Membuat EA Sederhana 6
Untuk mengikuti ini pastikan sudah membaca part 5 di sini
Sebelum membahas tentang filter waktu kita akan tambahkan tentang type data. Sebelum nya kita sudah bahas tentang string, int dan doubel . Ada satu lagi yang sering digunakan untuk sebagai pilihan yaitu bool.
Bool ini mengahilkan nilai 1 bila true dan 0 bila false.
Jadi data tipe ini dalam sebiah deklarasi di dahului dengan kata bool dan ditambahkan kata tanpa sepasi kemudian = (sama dengan) dan di beri pilihan false atau true dan diakhiri dengan ; (titik koma)
contoh:
Kita mau menambahkan pilihan untuk EA sebelumnya supaya ada pilihan untuk buy saja atau sell saja
Kita buat deklarasi dulu
extern bool Trade_buy= true;
extern bool Trade_sell= true;
terus dimana harus ditambahkan ?
Untuk menambahkan ini maka yang perlu dicari adalah bagian triger atau pemicu ordernya, yaitu
if(jumlahorder(0)==0) jadinnya if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy== true )
if(jumlahorder(1)==0) jadinya if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell==true )
Penulisan Trade_buy== true bisa juga ditulis Trade_buy== 1 atau hanya Trade_buy
Sebelum membahas tentang filter waktu kita akan tambahkan tentang type data. Sebelum nya kita sudah bahas tentang string, int dan doubel . Ada satu lagi yang sering digunakan untuk sebagai pilihan yaitu bool.
Bool ini mengahilkan nilai 1 bila true dan 0 bila false.
Jadi data tipe ini dalam sebiah deklarasi di dahului dengan kata bool dan ditambahkan kata tanpa sepasi kemudian = (sama dengan) dan di beri pilihan false atau true dan diakhiri dengan ; (titik koma)
contoh:
Kita mau menambahkan pilihan untuk EA sebelumnya supaya ada pilihan untuk buy saja atau sell saja
Kita buat deklarasi dulu
extern bool Trade_buy= true;
extern bool Trade_sell= true;
terus dimana harus ditambahkan ?
Untuk menambahkan ini maka yang perlu dicari adalah bagian triger atau pemicu ordernya, yaitu
if(jumlahorder(0)==0) jadinnya if(jumlahorder(0)==0 && Trade_buy== true )
if(jumlahorder(1)==0) jadinya if(jumlahorder(1)==0 && Trade_sell==true )
Penulisan Trade_buy== true bisa juga ditulis Trade_buy== 1 atau hanya Trade_buy
Sedangkan Trade_buy==false bisa juga ditulis Trade_buy== 0 atau !Trade_buy
Kita coba masukakan kedalam EAnya
Langganan:
Postingan (Atom)